Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembayaran Dan Pengantaran Barang Bukti Tilang Antara Kejari Pariaman Dengan Kantor Pos Pariaman

Pada 1 Oktober 2019 pukul 11.00 s/d 12.15 wib bertempat diruangan Rapat Kantor Kejaksaan Negeri Pariaman, Jl. Imam Bonjol Nomor 23, Kel. Alai Galombang, Kec. Pariaman Tengah, Kota Pariaman telah berlangsung penandatanganan perjanjian kerjasama pembayaran dan pengantaran barang bukti tilang antara Kejari Pariaman dengan Kantor Pos Pariaman.

Dihadiri oleh Efrianto, MH (Kajari Pariaman), Pengki Sumardi SH ( Kasi Pidum Kejari Pariaman) Reynold, SH (Kasi Intel Kejari Pariaman), Imme Kirana, MH (Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara), Tanti Taher (Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Pariaman), Roza (Kepala Kantor Pos Pariaman), Anton Tisna Sumantri (Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia Pariaman), pegawai dilingkungan Kejari Pariaman.
Dilaporkan sebagai berikut:

1. Efrianto, MH (Kajari Pariaman) mengatakan,
a. Kerjasama pembayaran dan pengantaran barang bukti tilang antara Kejari Pariaman dengan Kantor Pos Pariaman dalam rangka meningkatkan pelayanan serta mempermudah dan mendekatkan diri pada Publik untuk menyongsong Kejaksaan Negeri Pariaman menuju WBK WBBM. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Kejari Pariaman, pembayaran denda tilang dan pengambilan barang bukti dapat dilakukan diseluruh Kantor Pos di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

b. Fenomena yang terjadi banyak masyarakat yang enggan membayar dan mengambil barang bukti tilang karena jauhnya jarak dan lamanya proses pengantrian. Kadang kala ada masyarakat dari luar Sumatera Barat dikenakan tilang di Kota Pariaman. Karena begitu banyaknya pelanggar dan memakan waktu saat pengembilan tilang sehingga masyarakat enggan membayar dan mengambil barang bukti tilang.

c. Antrian pembayaran denda tilang dan pengambilan barang bukti cukup memakan waktu, dengan ada layanan tersebut sangat membantu masyarakat.

d. Kabupaten Padang Pariaman tilangnya cukup tinggi, sekitar 300-800 surat tilang diterbitkan dalam kurun satu minggu selama operasi patuh Singgalang. Dengan jumlah tilang tersebut cukup menambah pemasukan negara bersumber dari PNBP. Namun enggannya masyarakat, menyebabkan potensi pemasukan pendapatan negara jadi tidak maksimal.

2. Roza (Kepala Kantor Pos Pariaman) mengatakan, masyarakat tidak perlu datang ke Kantor Kejari untuk membayar tilang dan mengambil barang bukti tilang. Masyakat dapat membayar di Kantor Pos saat pengambilan barang bukti tilang.

Bahwa Terobosan layanan baru yang dilaksanakan pihak Kejari Pariaman memberikan kemudahan pembayaran denda dan pengambilan barang bukti tilang dapat memaksimalkan pendapatan negara bersumber dari PNBP. Kegiatan selesai jam 12.00 wib berjalan lancar dan aman. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *